Minggu, 22 Mei 2011

Tempat-Tempat Menarik Bagiku [PART 1]...

Ada beberapa tempat menarik yang sudah pernah ku kunjungi dan menjadi tempat favoritku,,,,, hehehhe...
wanna see??? check this out....


1. Pantai Meli, Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala
Tempat ini berjarak sekitar 107 km dari kota palu yang bisa ditempuh dengan naik motor ataupun naik mobil. pantai ini memiliki pemandangan yang indah karena terdapat gugusan pulau-pulau kecil di hadapannya, seperti pulau pasoso yang dihuni oleh penyu-penyu. pantainya bersih.... saya pertama kali kesana bersama teman-teman pada saat salah satu teman saya menikah tak jauh dari desa meli ini. hanya saja pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki di sana, lagi mau hujan deras.. pemandangan terbatas oleh kabut.. tapi, tetap aja keren.. HeHeHe 

Cinta Buat Agatha part 2 (Sebuah Cerpen yang Kubuat di Masa SMA dulu...)

Agatha berjalan sendirian lagi sepanjang koridor. Kepalanya menunduk, dengan wajah lesu. Kemana ya, Agatha yang riang saat berbicara bareng Erik tadi? Ternyata dia kesepian ga ada Gavin, Kyla, dan Dewa. Tapi, kesepian Agatha kayaknya nggak lama, soalnya cowok cakep yang bikin dia sendirian udah nongol di sampingnya. Cuma si Agatha sendiri yang ngggak nyadar.
 “Hai, Agatha!” sapa Gavin tersenyum.
“Dari mana? Katanya mau nemenin aku?”
“Sorry, Agatha. Aku kan mau ikut KEJURNAS. Jadi latihannya lebih diintensifkan. Tapi, sekarang udah selesai, kok. Aku bakalan nemenin kamu,” kata Gavin sambil mengelus rambut sahabatnya sejak SMP itu..
“Gavin gitu, deh. Lebih mentingin taekwondo dari pada aku!” Agatha berjalan meninggalkan Gavin yang tak menyangka Agatha akan bicara seperti itu.
“Kok Agatha ngomong kayak gitu, sih? Bukannya gitu, Agatha sayang. Gavin latihan taekwondo supaya di KEJURNAS nanti, Gavin bisa tampil hebat. Siapa tahu Gavin menang, bisa keluar negeri. Agatha ngerti, kan?”
“He.. he.. Bercanda, kok. Gak mungkin lah, aku ngambek cuma gara-gara ginian. Agatha ngerti kok.”
“Huh, kirain kamu serius ngambeknya!”
“Emang kamu mau, aku ngambek beneran?”
“Jangan!!!” seru Gavin sambil mengacak rambut Agatha.
“Vin, ntar pualng sekolah, kamu mau nggak nemenin aku?”
“Untuk Agatha, apa sih yang nggak? Emangnya Agatha mau ditemenin kemana, sih? Tumben banget minta ditemenin.”
“Ke kolam renang sekolah. Mau ya?”
“Boleh aja, asal nggak lama. Soalnya ntar sore aku latihan taekwondo lagi.”
“Latihan Taekwondo lagi???” Agatha siap memprotes.
“Agatha, aku mau......”
“Aku mau ikut KEJURNAS. Iyaaaaaa, aku ngerti, kok!” potong Agatha.

Cinta Buat Agatha part 1 (Sebuah Cerpen yang Kubuat di Masa SMA dulu...)

Sakit hati Agatha tampaknya belum bisa berhenti. Baru kemarin dia diputuskan oleh pacarnya, Yovan, Agatha masih harus merasakan sakit hati lagi melihat apa yang terjadi pulang sekolah tadi. Masih lekat di ingatannya peristiwa yang terjadi siang tadi. Yovan bergandengan mesra dengan anak kelas X bernama Rara! Cewek yang selama ini Yovan akui hanya adik sepupunya! Pulang sekolah, di dalam kamar, Agatha menumpahkan segala galau dalam benaknya dengan menangis sejadi-jadinya di depan Gavin, Dewa, dan Kyla.
“Dia udah keterlaluan banget bohongnya!!!” kata Agatha di sela-sela isak tangisnya.
“Udahlah, Tha, nggak usah terlalu kamu fikirkan. Lupakan aja cowok brengsek kayak si Yovan itu!” kata Kyla cemas melihat sahabatnya histeris seperti itu. Ia takut Agatha melakukan hal-hal aneh lagi, sama seperti dulu.
“Tapi ini udah nggak bisa dibiarin lagi, La! Masak baru kemarin dia putus sama Agatha, dia udah pacaran lagi sama orang lain. Malah sama cewek yang dia akuin sebagai adik sepupunya!” sahut Gavin penuh amarah.

AKU BENCI KEKERASAN DI DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN !!!!.

akhir-akhir ini, saya melihat fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarku ... terutama di antara para 'senior'.... saya mendengar beberapa rencana mengenai pembentukan panitia dalam rangka menyambut para calon anak baru...

RENCANA itu mempunyai banyak nama, MASA ORIENTASI, OSPEK, BINA AKRAB, ORIENTASI AKADEMIK (ORMIK),atau apalah namanya

berbagai nama dan usulan tema diberikan untuk dalam rangka menyambut adik-adik yang sama sekali belum mengetahui dunia baru  mereka yang sebenarnya... saya akui, saya salut dengan ide-ide mereka yang ingin memberi motivasi kepada calon adik-adik mereka... tapi saya lebih miris ketika akhirnya ide-ide itu ternyata hanya berubah menjadi mimpi buruk bagi para calon anak baru itu.